Tuesday, November 27, 2012

Cara Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (NAPZA)

Halo teman-teman, kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya membuat surat keterangan bebas narkoba/NAPZA (SKBN). 

Saat itu saya harus membuat surat keterangan bebas narkoba (SKBN) untuk keperluan beasiswa melanjutkan pendidikan di sebuah perguruan tinggi di kota Bandung. Kemudian saya diantar oleh Ayah saya untuk membuat SKBN di kantor polisi tepatnya di POLRES kota Cimahi. Kami pun masuk ke sebuah ruangan di tempat tes kesehatan di POLRES Cimahi tersebut.

Ketika saya masuk keruangan bersama Ayah saya, ada 2 orang wanita ibu-ibu memakai kerudung yang sedang ngerumpi. Mereka tetap saja ngerumpi padahal disitu saya sudah berdiri didepan mereka, seolah mencuekan saya. Kemudian saya bertanya pada mereka, "Bu, kalo mau membuat surat tanda bebas narkoba bagaimana?" tanya saya. Kemudian salah satu dari mereka menjawab dengan sinis dan judes/jutex banget, "Iya disini, #@!$!(*!$#$!#%!!".

Kemudian saya bertanya pada Ayah saya untuk menyiapkan uang untuk biaya tes. Pada saat saya sedang bertanya pada Ayah saya, kemudian Ibu tersebut berkata pada saya dengan tegas dan sinis "Hei, km dengar gak yang saya bilang!!!". Saya pun menjawabnya, ya saya mendengar. (padahal saya tidak mendengarnya dia bicara karena saat itu saya sedang mengobrol dengan Ayah saya, sehingga suara ibu-ibu tersebut tidak dapat terdengar, akan tetapi karena saya khawatir ibu tersebut marah, jadi saya pura-pura dengar deh).

Setelah itu saya pun mengeluarkan persyaratan yaitu foto berwarna ukuran 4x6, fotocopy ktp dan uang sebesar 100 ribu (Biaya membuat surat keterangan bebas narkoba (SKBN) di polres cimahi sebesar 100 ribu). Kemudian saya berikan pada si ibu yang galak tersebut dan kemudian dia marah.. "Tuh kan kam gak dengar! Saya bilang foto nya 2 lembar!". Saat itu pun saya sedikit tegang dan kesal didalam hati, dalam hati saya, saya berkata. "Saya kan kesini cuma mau melakukan tes dan membuat surat keterangan narkoba, kenapa nih ibu-ibu mesti sinis dan galak begini?, saya kan disini juga bayar, bukan buat minta gratisan!"

Setelah itu saya pun disuruh ke toilet sambil membawa sebuah toples kecil untuk menampung air kencing (urine), urine tersebut digunakan untuk menguji apakah saya pecandu narkoba/NAPZA atau bukan, jadi nantinya akan ketauan hasilnya Positif (Pecandu Narkoba) atau Negatif (Bukan Pecandu Narkoba). Lalu urine tersebut saya letakan di sebuah meja untuk di uji oleh ibu yang satu lagi, ibu yang tidak terlalu judes.
(Dalam hati saya rasanya ingin menyiramkan tuh air kencing ke muka si ibu yang judes itu..)

Tak sampai 2 menit, kemudian ibu yang menguji urine saya memanggil saya, dan menunjukan bahwa hasilnya negatif. Kemudian saya dipersilahkan menunggu sebentar, dan tidak sampai 1 menit kemudian saya diberikan Surat Keterangan Pemeriksaan Narkoba dari Kelopisian. Selesai...

(Menurut saya ibu-ibu tersebut bukanlah seorang dokter, terlihat dari sikapnya yang tidak profesional. Sepertinya mereka hanya pesuruh dokter, yang hanya mengerjakan tugas-tugas ringan saja, seperti membuat surat keterangan dan melakukan stample.

Setelah itu sayapun pergi keluar untuk melakukan tes kesehatan serta membuat surat keterangan sehat dari dokter. Saat itu saya melakukan tes kesehatan di Puskesmas, proses pengecekan untuk tes kesehata berjalan sangat singkat karena alhamdulillah saya tidak memiliki keluhan penyakit, dan saya pun dinyatakan sehat. Biaya membuat surat keterangan sehat dari dokter untuk keterangan tujuan melanjutkan pendidikan adalah sebesar Rp 5000, sedangkan untuk keterangan lainnya seperti keterangan untuk tujuan melamar kerja biasanya tarifnya berbeda lagi.

Kesimpulan: 
  • Biaya membuat surat keterangan bebas narkoba di POLRES Kota Cimahi adalah sebesar Rp.100.000 Biasanya biaya tes tiap POLRES berbeda, bisa lebih murah...
  • Biaya membuat surat keterangan di Puskesmas cukup murah, yaitu antara Rp.5000 - Rp.10.000, proses cepat.
  • Persyaratan membuat surat keterangan bebas narkoba yaitu foto 4x6 2 buah, dan ktp.

Pengalaman Tidak Menyenangkan: 
  • Bertemu ibu petugas kesehatan yang judes, jutek dan menyebalkan, sangat amatir dan tidak profesional.
Saran: 
  • Bagi petugas kesehatan, profesionalah dalam bekerja, jangan So!

13 comments:

  1. pengalaman buruk tapi bisa jadi pelajaran yg berharga. sharing yg sangat bermanfaat. keep writing!

    ReplyDelete
  2. loh ko bayar saya buka di blog lain gratis (banjarmasin - red) mahal sekali 100.000,

    ReplyDelete
  3. coba aja ada saingannya buat surat begitu, pasti udah ga laku itu jasa ibu2 judes, dasar! mentang2 ga ada saingan tuh biaya dimahalin trus pelayanannya seenak jidat.

    ReplyDelete
  4. klw menurutku tergantung kbijakan daerah masing-masing aku aja di polres jakbar slipi cuma bayar 50 rb. o y smua follow blogku y! http://bahasancampur-campur.blogspot.com jgn lupa klik iklannya!

    ReplyDelete
  5. ini sharing atau curhat?

    ReplyDelete
  6. mungkin 100.000 buat biaya alat tes urine

    kan udah ada beritanya BNN kekurangan sama alatnya agak mahal

    ReplyDelete
  7. kasian banget emang kayak gitu low petugas suka ngeremehin hahah

    ReplyDelete
  8. infonya ngebantu banget...makasih ya.. memang sih suka ada pengalaman dgn 'abdi negara' yg suka nyebelin, padahal dia gak sadar klo mereka semua digaji dengan uang pajak yg kita bayar setiap bulannya. tpi gak apa2lah... kita mesti sabar... :)

    ReplyDelete
  9. Ibu2 judes kyk gt arusnya bnr2 dsiram aja pake air kencing, br jd terjun di dunia perkencingan aja udh judes n songong.apalagi udh terjun d spesialis taik.
    Hehe

    ReplyDelete
  10. situ masih murah,, di medan 140rb di rs umum

    ReplyDelete
  11. alamat polresnya dicibabat bukan?

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar dibawah, mohon berkomentar dengan tertib.